January 16, 2026
Spanduk “Bapa Tiri” Sambut Dedi Mulyadi di Cirebon Timur, Warga Menuntut Perbaikan Jalan Rusak


PUBLIC RELATIONS GARUT.

— Kunjungan Bupati Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau dikenal sebagai Kang Dedi Mulyadi (KDM), ke Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, mendapat kritikan dari masyarakat setempat yang marah karena jalanan diwilayah Cirebon Timur dalam kondisi buruk.

Penduduk menggantung poster bertema sindiran yang berbunyi jelas-jelas: “Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Bukan Ayah Kita Tetapi Ayah Angkat. Jalanan Cirebon Timur Sudah Rusak Berat, Mas.” Poster itu dipajang di lokasi-lokasi penting sebelum kedatangan gubernur untuk menunjukkan kritikan atas kurangnya perhatian dari pemerintahan provinsi terhadap fasilitas daerah timur Cirebon.

Tindakan tersebut terjadi setelah penduduk menilai bahwa Gubernur Dedi Mulyadi tampaknya tidak peduli dengan daerah Cirebon Timur. Pada saat perayaan Hari Jadi Kabupaten Cirebon beberapa hari yang lalu, Dedi memilih untuk tidak berkunjung ke bagian timur yang sedang diguyoti banjir dan tanah longsor.

Warga Cirebon Timur, Raden Hamzaiya, menganggap bahwa kedatangan sang gubernur yang direncanakan pada hari Rabu (7/5/2025) nanti adalah kesempatan besar bagi penyampaian aspirasi penduduk setempat. Dia berkata, “Kami tentu saja sangat berharap akan ada manfaat baik akibat hadirnya beliau ini. Kami harap dia dapat melihat sendiri situasi jalanan yang sudah parah dan merugikan serta membuat sulit mobilitas warganya.” Hal tersebut disampaikannya pada hari Selasa (6/5/2025).

Menurut Hamzaiya, kondisi jalanan yang rusak di beberapa location Kota Cirebon Timur sudah memberikan dampak signifikan pada perekonomian warga serta keselamatan para pemakai jalan. Dia menambahkan, “Kerusakan jalan-jalannya tidak hanya menyulitkan, tetapi juga sangat rentan terjadi kecelakaan.”.

Tekanan dari masyarakat terus berlangsung. Koordinator Bidang MCTM (Masyarakat Cirebon Timur Menggugat) Jilid II, Herlan Widiarto, membenarkan adanya schedule demonstrasi selanjutnya yang direncanakan untuk dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 8 Mei 2025. “Sudah ada pembicaraan dan penyusunan ulang. Syukurnya, semua anggota merespons dengan penuh semangat tentang gelaran aksi kali kedua ini,” ucapnya.

Herlan menyatakan bahwa gerakan yang berfokus pada Kecamatan Lemahabang ini menunjukkan tekanan besar terhadap Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk cepat membenahi infrastruktur jalan yang telah hancur. “Jalannya parah, harus diperbaiki. Ini semua didasarkan sepenuhnya atas aspirasi warga. Kerusakan jalanan tersebut membawa dampak stagnansi perekonomian,” tandas Herlan.

Dia mengkritik bahwa pemerintah kabupaten masih kurang serius dalam penanganan kerusakan jalan, termasuk di jalanan utama dan pinggiran pedesaan di daerah Cirebon Timur. Acara mendatang ini akan mencakup beragam aktivitas untuk memperlihatkan tekad masyarakat dalam memperjuangkan hak mereka memiliki fasilitas dasar yang berkualitas.

Kedatangan Gubernur Dedi Mulyadi dalam menghadapi arus kritikan besar ini diupayakan untuk memicu kesadaran pemerintah provinsi akan kebutuhan penyeimbangan pengembangan fasilitas umum, lebih-lebih di bagian timur Cirebon yang sebelumnya sering kali merasa dikesampingkan.