January 16, 2026
Surabaya Terancam Kumuh Lagi? Pemkot Siaga Penuh, Warga Diminta Waspada!


PUBLIC RELATIONS SURABAYA.

Surabaya, kota yang telah dinyatakan sebagai daerah tanpa location kumuh sejak tahun 2019, saat ini mengalami tantangan baru dengan adanya potensi kemunculan pemukiman kurang layak di berbagai bagian kotanya.

Pemerintah Kota Surabaya dengan sigap mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi untuk mencegah timbulnya kembali permasalahan tersebut.

” Kota Surabaya sejak 2019 memang sudah dinyatakan bebas dari kawasan permukiman kumuh. Namun, belakangan ini kami menemukan indikasi di beberapa wilayah yang perlu diwaspadai,” ungkap Deisy Puspitarini, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Selasa 6 Mei 2025.

Menurut Deisy, potensi kekumuhan terdeteksi di beberapa location di Surabaya Selatan, Timur, dan Utara. Saat ini, pihaknya tengah mendalami temuan tersebut.

” Kami masih menunggu hasil pendataan. Jika ditemukan gejala permukiman kumuh, kami akan segera mengintervensi,” tegasnya.

Bukan cuma masalah tempat tinggal, bahaya kumuh juga berasal dari permasalahan limbah.

Dedik Irianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, menggariskan kepentingan peranan serta dukungan publik untuk memelihara kesucian dan kerapihan kotanya.

” Kita bergantung pada informasi dari warga setempat untuk menanganinya ketentuan Pasal Daerah Kota Surabaya Nomor 5 tahun 2014 yang berhubungan dengan pengolahan limbah. Bila terdapat tumpukan sampah sembarangan, haraplaporkan secara cepat sehingga dapat kita angkut segera,” kata Dedik.

Dedik word play here menegaskan kepada masyarakat supaya tidak sungkan dalam melapor terhadap para pelaku yang membuang sampah secara seenaknya agar bisa ditindak lanjuti dengan hukuman sesuai peraturan yang berlaku.

Setiap hari Minggu, Pemerintah Kota bekerja sama dengan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan gotong royong sebagai bagian dari program Surabaya Bergerak.

Setiap minggu di hari Ahad terdapat sekitar 150 hingga 200 tempat pembersihan gotong royong. Bagi warga yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mohon untuk sabar menantikan jadwal penjemputan sampah oleh petugas, demikian lanjutnya.

Pemerintah Kota Surabaya menginginkan kerjasama antara pemrintah dengan warga masyarakat agar selalu terjaga dalam rangka mempertahankan kebersihan serta kemajuan Kota Pahlawan menjadi daerah yang tidak lagi berkeliaran masalah ketertiban atau kemiskinan.

” Bila terdapat sampah yang menggunung di jalanan, laporkan segera kepada DLH. Kami akan siap untuk menangani masalah tersebut,” tandas Dedik.

Melalui usaha preventif serta pemantauan yang ekstensif, Pemerintah Kota yakin bahwa Surabaya akan terus menjaga predikatnya sebagai kota tanpa kemiskinan tempat tinggal.

Akan tetapi, kesuksesan tersebut sangat tergantung pada kewaspadaan dan perhatian dari semua penduduk Surabaya. ***.