January 16, 2026
Mengingat Kembali Kisah Samsul Arif: Pahlawan Persebaya yang Tolak Rayakan Gol ke Gawang Arema FC



– Derby Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya mendapat sorotan lagi di pekan ke-30 Liga 1 musim 2024/2025. Pertandingan bergengsi tersebut bakal berlangsung pada hari Senin (28/4/2025), bertempat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, tepatnya pukul 15:30 Waktu Indonesia Bagian Tengah.

Persaingan antara kedua klub raksasa dari Jawa Timur tersebut selalu menghasilkan cerita seru yang tak mudah untuk dilepaskan oleh para penggemar sepak bola tanah air. Salah satu episode penting dalam derby ini adalah ketika Persebaya bertemu dengan Arema FC di Minggu ke-27 Liga 1 musim 2021/2022, yaitu tanggal 23 Februari 2022 silam, dan pertandingannya digelar di tempat yang sama seperti biasanya.

Pada pertandingan yang sangat kompetitif itu, Persebaya sukses meraih kemenangan melalui satu-satunya gol dari Samsul Arif di menit ke-79. Yang mencolok adalah kurangnya ritual perayaan khas Samsul Arif; kali ini ia memilih untuk hanya menunjuk ke langit sebagai cara simpel menyatakan rasa terima kasih atas kontribusi signifikannya dalam skor tersebut.

Umumnya, gol di pertandingan besar seperti Derby Jawa Timur disambut dengan perayaan yang mendalam secara emosi. Terlebih lagi, gol oleh Samsul Arif kala itu memiliki makna khusus: selain membantu Persebaya meraih kemenangan, ia juga berhasil mengakhiri catatan tak terkalahkan Arema FC serta melestarikan harapan Persebaya untuk menjadi juara.

Pilihan Samsul Arif untuk membatasi perayaan tak lepas dari pertimbangannya sendiri. Dia menjelaskan bahwa tindakan ini sebagai wujud penghargaan kepada Arema FC, tim yang sempat ia bela sepanjang dua tahun, yaitu antara 2013 sampai dengan 2015. Sikap seperti itu mencerminkan bahwa meski persaingan sengit di lapangan bisa sangat mendalam, hal itu tidak melenyapkan kenangan masa lalunya bersama klub tersebut.

“Saya kira semua orang mengetahui bahwa saya sempat berada di tim Arema selama dua tahun. Saya sangat menghargai hubungan positif dengan siapa pun dari klub tersebut,” ungkap Samsul Arif, yang telah mencetak delapan gol untuk Persebaya pada waktu itu. “Saya cukup acquainted dengan pengelola serta sesama atlet mereka. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak melakukan selebrasi setelah mencetak gol,” tambahnya.

Kenangan Samsul Arif dengan Arema FC sungguh sangat menggembirakan. Dia telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kesuksesan tim Singo Edan saat menjuarai Piala Gubernur Jatim pada tahun 2013. Yang membuat cerita ini semakin menarik adalah ketika babak ultimate turnamen itu, Arema berjumpa dengan Persebaya, dan Samsul Arif berhasil menciptakan gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan bagi Arema.

Pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya memang sering kali dipenuhi dengan pertarungan sengit, penuh gengsi, serta suasana hangat di lapangan. Tetapi, dibalik kejadian tersebut terdapat cerita-cerita tentang hal-hal yang biasa dialami manusia layaknya apa yang diperlihatkan oleh Samsul Arif.

Pada saat ini, nama Samsul tetap terdaftar sebagai salah satu pemain dengan pencapaian tertinggi dalam riwayat Derby Jawa Timur di technology Liga 1. Yang menarik adalah bahwa dari semua nama tersebut, hanya ada satu orang saja yang masih bertanding secara profesional yaitu penyerang Persebaya bernama Flavio Silva. Pemain berasal dari Portugal itu telah berhasil memasukkan dua gol ke gawang Arema pada pertandingan sebelumnya dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan jumlah golnya di pertandingan selanjutnya.

Flavio Silva dengan tegas menjelaskan kepentingan derby bagi dirinya. Dia mengungkapkan bahwa dia amat menikmati pertarungan bergengsi ini dan memiliki ambisi untuk membawa Persebaya memperoleh hasil positif dalam pertandingan tersebut.

Di samping Flavio Silva, ada empat pemain lain yang dikenal telah mencetak dua gol di laga derby antara Arema melawan Persebaya. Keempat pemain tersebut adalah Abel Camará dari Arema FC, Samsul Arif serta David da Silva dari Persebaya, ditambah dengan Ahmad Nur Hardianto dari Arema FC. Meski demikian, saat ini baru Flavio Silva saja yang tetap bertahan dan bermain untuk tim masing-masing.

Pada musim ini, Flavio Silva menunjukkan performa yang mengesankan bersama Inexperienced Pressure dengan menyumbangkan delapan gol dari general 28 pertandingan. Kontribusinya sangat penting sebagai salah satu fondasi daya serang Persebaya di garis depan.